Kembali

MISTERI SUNGAI DAN LAUT: MUKJIZAT ALLAH YANG WAJIB KAMU KETAHUI

Batas Tak Terlihat: Mengungkap Misteri Pertemuan Air Tawar dan Air Asin yang Telah Disebut Al-Qur’an 14 Abad Lalu

 

Di pesisir pantai atau di muara-muara besar, kita sering melihat fenomena unik: air laut yang asin dan air sungai yang tawar bertemu, namun entah bagaimana, keduanya seolah menolak untuk langsung bercampur dan larut menjadi satu. Dua hal yang serupa, sama-sama air, namun memiliki sifat yang fundamental berbeda, tetap menjaga batasnya masing-masing.

Misteri alam ini telah lama menjadi subjek penelitian ilmiah, namun, seperti banyak fenomena alam lainnya, Al-Qur’an ternyata sudah menyinggungnya dengan sangat eksplisit lebih dari 14 abad yang lalu, jauh sebelum teknologi oseanografi modern mampu menjelaskannya secara detail.

 

Basis Ayat: Penghalang Tak Kasat Mata (Barzakh)

 

Video dari kanal Keajaiban Al-Qur’an ini membedah hubungan antara misteri alam ini dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Furqan, ayat 53:

“Wahualladzi marojal bahroini hadza azbun furat wadza milhun ujaj wa’ala bainahuma bazak wa hijr mahjur

Ayat ini secara jelas menjelaskan bahwa Allah-lah yang membiarkan dua jenis air mengalir berdampingan: yang satu tawar, segar, dan menghilangkan dahaga (azbun furat), dan yang lainnya asin, pahit, dan pekat (milhun ujaj).

Yang paling menakjubkan adalah penegasan di akhir ayat: Allah telah meletakkan di antara keduanya sebuah “bazak” (penghalang) dan “hijr mahjur” (pemisah yang menghalangi) [00:24]. Ayat ini menjelaskan adanya pemisah tak kasat mata yang memastikan air asin dan air tawar tetap berbeda meskipun berada dalam kontak langsung.

 

Penemuan Oseanografi Modern: Lapisan Haloklin

 

Butuh waktu ribuan tahun bagi ilmu pengetahuan untuk merinci ‘penghalang tak kasat mata’ yang disebut Al-Qur’an. Sains modern, khususnya bidang oseanografi, menemukan bahwa di daerah muara atau pertemuan dua massa air dengan salinitas berbeda, terbentuk lapisan pemisah alami yang disebut Haloklin [00:43].

Lapisan Haloklin ini terbentuk karena adanya perbedaan mendasar pada:

  1. Kadar Garam (Salinitas): Air laut sangat asin, sementara air sungai tawar.
  2. Kerapatan (Density): Air asin jauh lebih padat dan berat daripada air tawar.

Perbedaan kerapatan dan salinitas ini mencegah air tawar dan air asin untuk langsung bercampur dan berbaur. Sebaliknya, keduanya mempertahankan batas yang jelas, sering kali tampak seperti lapisan yang terpisah. Fenomena ini tidak hanya menakjubkan secara visual, tetapi juga memiliki peran penting dalam ekosistem laut.

 

Kekuasaan Allah dalam Setiap Tetes

 

Fakta ilmiah ini baru dapat dijelaskan secara detail dan diukur dengan teknologi canggih modern [00:59]. Namun, Al-Qur’an telah menyatakannya sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu.

Fenomena air tawar dan air asin yang berdampingan ini adalah tanda kebesaran Allah (Ayatullah) [01:04]. Dia-lah yang mengatur pertemuan keduanya, menjaga keseimbangan ekosistem, dan memastikan bahwa dari pertemuan dua sifat yang bertolak belakang itu tetap lahir manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Setiap tetes air yang kita saksikan, baik yang segar dari sungai maupun yang asin dari lautan, merupakan bukti nyata kekuasaan dan ketelitian Sang Pencipta. Hal ini mengajarkan kita bahwa bahkan dalam hukum alam yang paling mendasar, terdapat mukjizat yang menunggu untuk diungkap.

Artikel terbaru
Artikel Terbaru