Lautan dan Gelombang yang Berlapis-lapis: Sains di Balik Kegelapan Samudra yang Telah Dijelaskan Al-Qur’an
Ketika kita menatap lautan, seringkali perhatian kita hanya tertuju pada gelombang permukaan yang terlihat, ombak yang datang dan pergi di bibir pantai. Namun, apa yang sebenarnya tersembunyi di balik permukaan air yang tak pernah berhenti bergerak itu?
Jauh di bawah sana, terdapat misteri lapisan kegelapan dan pergerakan air yang kompleks. Menariknya, kompleksitas ini telah digambarkan dengan detail yang menakjubkan dalam Al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu, di saat manusia belum memiliki teknologi untuk menjelajahi dan memahami kedalaman samudra.
Video dari kanal Keajaiban Al-Qur’an ini mengulas korelasi luar biasa antara ilmu kelautan modern dan ayat suci.
Ayat yang Menggambarkan Kegelapan Berlapis
Misteri ini terungkap dalam Surah An-Nur, ayat 40, yang menggambarkan kegelapan di lautan yang dalam. Ayat tersebut berbunyi:
“…min fauqihi maujum min fauqihi sahab zulumatun ba’duha fauqo ba’ idza akhroja yadahu lam yakad yaroha waman yaj’alillahu lahu nuran famalahu min nur.”
Ayat ini melukiskan kondisi lautan yang dalam sebagai kegelapan yang berlapis-lapis (zulumatun ba’duha fauqo ba’id) [00:24]. Kegelapan ini bukan hanya disebabkan oleh kedalaman, tetapi juga diperburuk oleh gelombang yang bertumpuk (maujum min fauqihi mauj) dan lapisan awan di atasnya (min fauqihi sahab). Saking gelapnya, jika seseorang mengeluarkan tangannya, ia hampir tidak bisa melihatnya.
Penemuan Sains Modern: Gelombang Internal dan Zona Afotik
Baru pada era modern, dengan bantuan teknologi canggih seperti sonar dan kapal selam, manusia dapat mengkonfirmasi detail yang digambarkan dalam Al-Qur’an:
- Kegelapan Berlapis (Zona Afotik): Seiring bertambahnya kedalaman, intensitas cahaya matahari berkurang secara eksponensial. Lapisan air yang berada di bawah sekitar 200 meter dikenal sebagai Zona Afotik—zona tanpa cahaya. Kegelapan ini memang berlapis karena setiap penurunan kedalaman menciptakan lapisan cahaya dan kerapatan yang berbeda, sesuai dengan gambaran “kegelapan yang bertumpuk” [01:06].
- Gelombang Bertumpuk (Gelombang Internal): Sains modern menjelaskan bahwa lautan memiliki dua jenis gelombang [00:59]:
- Gelombang Permukaan: Yang terlihat oleh mata kita, didorong oleh angin.
- Gelombang Internal (Internal Waves): Gelombang besar yang terjadi di bawah permukaan air, di antara lapisan-lapisan air yang berbeda kerapatannya. Gelombang internal ini bertumpuk di bawah gelombang permukaan, persis seperti gambaran “gelombang di atas gelombang”. Fenomena ini hanya bisa dipelajari menggunakan teknologi canggih.
Tanda Kebesaran Sang Pencipta
Detail yang terkandung dalam Surah An-Nur ini sungguh luar biasa, mengingat bahwa pada abad ke-7, tidak mungkin seorang manusia dapat mengetahui atau melihat fenomena di kedalaman lautan yang begitu gelap dan kompleks.
Lautan, dengan gelombangnya yang tak terhenti, menyimpan rahasia kebesaran Allah [01:14]. Dari permukaan yang menenangkan hingga kedalamannya yang penuh misteri, setiap detail adalah tanda kekuasaan-Nya.
Oleh karena itu, setiap kali kita menatap ombak lautan—baik yang di permukaan maupun yang tak terlihat di kedalaman—kita diingatkan betapa kecilnya manusia dibandingkan dengan kebesaran Sang Pencipta yang mampu merencanakan dan mengendalikan kompleksitas alam semesta hingga ke detail yang tidak terjangkau oleh mata telanjang.