Kembali

Gunung: Pasak Raksasa yang Menstabilkan Bumi

Gunung: Pasak Raksasa yang Menstabilkan Bumi

 

Sebuah Mukjizat Geologis yang Telah Diungkap Al-Qur’an 14 Abad Silam

Pernahkah Anda berdiri di kaki gunung, mengagumi kekokohannya yang menjulang tinggi, dan bertanya-tanya mengapa raksasa bebatuan ini begitu stabil dan abadi? Gunung bukan sekadar pemandangan indah atau destinasi pendakian; mereka adalah pilar fundamental yang menjaga keseimbangan dan stabilitas planet tempat kita hidup.

Yang paling menakjubkan, fungsi geologis gunung ini—sebagai pasak yang menancap ke dalam bumi—telah diungkapkan oleh kitab suci umat Islam, Al-Qur’an, sejak 14 abad yang lalu [00:06], jauh sebelum ilmu geologi modern mampu memetakan struktur internal Bumi.

 

Isyarat Ilahi: Gunung Sebagai Pasak (Awtād)

 

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Naba’ dan An-Naziaat, menggambarkan peran gunung:

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan [00:12], dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An-Naba’, 78:6-7)

“Dan gunung-gunung dikokohkan-Nya?” (QS. An-Naziaat, 79:32)

Ayat ini secara eksplisit menggunakan kata “Awtād” (أوتاد), yang secara harfiah berarti “pasak” atau “pancang”. Pasak digunakan untuk menstabilkan tenda; bagian yang terlihat kecil di permukaan menancap jauh ke dalam tanah untuk menahan struktur tenda agar tidak roboh oleh angin.

Perumpamaan Al-Qur’an ini mengandung makna yang sangat dalam: gunung yang kita lihat menjulang di permukaan hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan strukturnya. Bagian utamanya tersembunyi jauh di dalam bumi, berfungsi sebagai penyeimbang dan penahan [00:20].

 

Konfirmasi Sains Modern: Konsep Isostasy

 

Fungsi gunung sebagai pasak (penstabil) adalah salah satu penemuan paling penting dalam ilmu geologi modern. Konsep ini terkait erat dengan teori tektonik lempeng dan fenomena Isostasy (keseimbangan gravitasi antara kerak bumi dan mantel).

Inilah yang dibuktikan oleh ilmu geologi modern:

  1. Sistem Akar (Root System): Ilmu geologi modern menemukan bahwa gunung-gunung besar tidak hanya berdiri di atas permukaan, melainkan memiliki “akar” masif yang menancap jauh ke dalam lapisan kerak bumi [00:27]. Kedalaman akar gunung ini bisa mencapai puluhan kilometer.
  2. Menjaga Stabilitas Kerak Bumi: Kerak bumi terbuat dari lempengan-lempengan yang bergerak (lempeng tektonik). Pergerakan lempeng-lempeng ini akan menyebabkan gempa bumi, letusan, dan pergeseran yang masif. Akar gunung bertindak sebagai pengait dan penyeimbang yang menahan lempeng-lempeng ini, mencegah pergeseran lateral (horizontal) yang terlalu ekstrem [00:33].
  3. Mengurangi Getaran: Tanpa gunung sebagai jangkar dan pasak yang menancap jauh, pergeseran lempeng akan jauh lebih ekstrem dan getaran bumi akan lebih parah, yang tentunya mengancam seluruh bentuk kehidupan [00:35]. Gunung membantu meredam dan mendistribusikan tekanan yang timbul dari pergerakan lempeng.

Konsep bahwa gunung adalah struktur yang memiliki akar dalam dan berfungsi menstabilkan kerak bumi baru dipahami sepenuhnya oleh manusia setelah ilmu geologi berkembang pesat pada akhir abad ke-19 dan ke-20.

 

Refleksi Kehidupan dan Kebesaran Allah

 

Fakta ilmiah ini, yang baru terungkap dengan peralatan canggih dan penelitian bertahun-tahun, telah diisyaratkan oleh Al-Qur’an secara ringkas namun sempurna, dengan satu kata kiasan: pasak [00:41].

Gunung, yang oleh manusia sering dipandang sebagai hambatan atau sekadar objek geografis, ternyata memegang peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dinamis planet kita.

Setiap kali kita memandang gunung yang kokoh, kita diingatkan pada kebesaran Allah SWT yang menciptakan struktur raksasa ini bukan tanpa tujuan [00:52]. Gunung berperan sebagai penjaga Bumi, memastikan planet ini tetap stabil bagi semua makhluk hidup yang beraktivitas di atasnya. Ini adalah salah satu keajaiban Al-Qur’an yang melampaui zaman, yang ilmunya berasal dari Zat Yang Maha Pencipta.

Artikel terbaru
Artikel Terbaru